Pernahkah Anda dibuat jengkel oleh suatu kejadian atau oleh seseorang? jawabannya pasti iya, namun apakah tindakan Anda? mengikuti emosi Anda atau bersabar dan berpikir dengan tenang? apapun tindakannya terserah Anda, asal Anda siap untuk menerima resiko ketika Anda mengikuti emosi, biasanya kita mengikuti emosi demi membela harga diri atau kita sudah benar-benar tidak sabar lagi, kalau Anda memilih untuk bersabar, bersiaplah untuk merasa sakit pada awalnya dan bersiaplah untuk menerima yang terbaik, tidak percaya? saya mempunyai 1 pengalaman menarik...
Pada hari minggu sore setelah beraktivitas, saya memutuskan untuk hang out bersama teman-teman saya, saya sudah membuat janji dengan 1 orang, dan 1 orang teman saya lagi saya putuskan untuk menelponnya pada saat perjalanan, saya pun mengendarai mobil saya, jalanan sangat macet, beberapa kali saya dibuat jengkel dengan pengendara kendaraan lain yang mementingkan diri sendri dan membahayakan orang lain, ada juga orang yang berani menyeberang di seenaknya ketika saya sedang berjalan kencang, ada juga becak yang seenaknya memotong jalan saya, lebih jengkel lagi, teman saya tak mengangkat teleponnya, untung saya mengingat motivasi "Patience is hurt in the start, but it will be magnificent in the end" yang saya buat sendiri, saya masih sabar dalam menghadapinya, dan tak ada satupun dari pengendara teledor itu yang saya marahi atau saya benci, begitu juga dengan teman saya yang tak mengangkat teleponnya.
Akhirnya saya sampai di rumah teman saya, saya menghubunginya untuk menyuruhnya turun, kesabaran saya diuji kembali, teman saya menyuruh saya untuk menunggunya sebentar, saya menyuruhnya jangan lama-lama, emosi saya semakin tak terkendali ketika saya sudah 30 menit menunggu dan ia sama sekali tak memberi kabar, saya yang menelponnya terus dan ia hanya mengatakan "sebentar lagi,sebentar lagi", saya hampir meledak, sempat terpikir untuk menelponnya dan memarahinya dan mengirimkan sms pada teman saya yang tak bisa dihubungi tadi dengan isi makian karena emosi saya sudah di ujung tanduk, untung saya masih bersabar sedikit dan demi menjauhi masalah, saya memutuskan untuk pulang saja, lebih parah lagi, di jalan macet dan semakin banyak pengendara teledor, untung saya teringat akan ceramah seseorang bijak yang mengatakan "Orang yang membuatmu marah adalah guru kesabaranmu, jika kau gagal kau akan marah padanya dan mendapat masalah baru, namun ketika kau berhasil kau akan bersabar dan mendapatkan yang terbaik".
Saya bersyukur sudah mendengar ceramah itu, meskipun seharian kesabaran saya diuji, saya berhasil lulus tes dari semua guru kesabaran, akhirnya setelah di rumah, teman saya yang sudah membuat saya menunggu lama mengirim sms pada saya, ia memutuskan menjemput saya dan pada akhirnya teman saya yang tak bisa dihubungi tadi menelpon balik dan mau ikut keluar, akhirnya setelah itu saya ditraktir di restoran yang enak dan bisa berkenalan dengan beberapa orang baru dan mendapat semangat untuk menghadapi hari esok.
Pembaca yang setia, pikirkan ketika misalkan saya mengikuti emosi saya, pertama memarahi pengendara-pengendara yang teledor itu, dan memaki mereka, saya akan membuat musuh-musuh baru dan bisa berakibat panjang seperti terlibat perkelahian dan menambah dosa saya, lalu misalkan saya mengirimkan sms pada teman yang tak bisa dihubungi dan memaki teman yang membuat saya menunggu, saya akan mendapat musuh baru, kelihangan sahabat, dan bisa saja terjadi perkelahian dan kembali menambah dosa saya, namun saya sungguh bersyukur dan ingin berterima kasih pada orang bijak yang telah menanamkan teori kesabaran itu pada saya, setelah mendengar itu, saya betul-betul diuji dan syukurlah saya berhasil, bagaimana dengan Anda? pilih membuat musuh baru atau menjaga teman lama?pilihan ada pada Anda, namun kembali saya tekankan kesabaran Anda tak akan sia-sia, itu akan dihargai dan Anda akan mendapatkan yang terbaik nantinya, pernah dengar lirik lagu d'Masiv yang "Tuhan pasti kan menunjukkan kebesaran dan kuasanya bagi hambanya yang sabar"? percayalah itu benar adanya, maka mulai hari ini latihlah kesabaran Anda demi hal yang terbaik.
Kalimat yang perlu diingat:
"Orang yang membuatmu marah adalah guru kesabaranmu, jika kau gagal kau akan marah padanya dan mendapat masalah baru, namun ketika kau berhasil kau akan bersabar dan mendapatkan yang terbaik"



Comments (0)
Posting Komentar