
Cerita ini pernah saya dengar dan mungkin juga sudah Anda dengar, namun saya ingin mempostingnya di sini karena cerita ini sangat menarik, dan banyak mengubah hidup saya, buat yang belum pernah dengar, simpan baik-baik maknanya, buat yang sudah pernah, silahkan review kembali dan cermati baik-baik,enjoy
Suatu hari seorang pemuda termenung dengan muka pucat di dekat sungai, sesekali ia melempar batu diikuti dengan suara keluhnya yang sedari tadi ia keluarkan, puluhan batu telah ia lemparkan, namun mukanya masih pucat juga, dan dengan gaya menopang dagu, seorang kakek bijaksana pun tak sengaja melihat pemuda ini dan bertanya padanya "Apa yang kau kesalkan di pagi yang cerah ini?"tanya si kakek dengan nada suara datar, "Ah, tidak, aku cuma merasa hidupku ini tak ada gunanya, aku selalu menerima kesialan dan kepahitan, dimana-mana diejek, ditertawakan, dan aku tak bisa melakukan apapun, hidupku sama sekali tak berarti, aku hanya menerima kepahitan saja", jawab si pemuda sambil melemparkan batu ke-30,si kakek tersenyum sejenak dan mengeluarkan sebuah gelas yang terbuat dari besi dan ia menyuruh pemuda untuk mengencinginya sampai penuh, si pemuda heran, namun ia menurutinya, setelah selesai, ternyata sang kakek menyuruhnya untuk meminum kencing itu, sang pemuda kaget luar biasa dan menolak, namun berkat kebijaksanaan sang kakek, entah mengapa sang pemuda malah menurutinya dan meminumnya sampai habis, "Bagaimana rasanya,nak?"tanya sang kakek, "Pahit, tak enak, rasanya mau muntah".
Sang kakek pun menyuruh si pemuda mengencingi sungai itu, dan si pemuda menurutinya, setelah selesai, bebereapa lama kemudian sang kakek mengatakan "Nah, sekarang kau minum air sungai yang sudah kau kencingi itu,nak", dan pemuda pun menurutinya, ia merasakan air sungai itu sangat segar, ia minum bebera teguk, "Bagaimana rasanya, nak?", tanya sang kakek, "Enak, segar, kek", jawab si pemuda girang, "Loh, bukankah air itu tadi sudah kau kencingi?"tanya sang kakek, si pemuda tersenyum dan mengerti maksudnya, ia berterima kasih banyak pada kakek itu dan kembali berjalan menuju rumahnya sementara sang kakek kembali menelusuri perjalanan hidup.Tapi, Anda mengerti kan maksudnya? jika tidak, baca pesan di bawah ini, namun akan lebih bagus bila Anda menemukan sendiri artinya.
Pesan:
air pahit berupa kencing itu adalah rasa pahit yang sering melanda hidup kita, sedangkan gelas dan sungai itu adalah kesabaran kita, jika kesabaran kita besar seperti sungai itu, maka kita tak merasakan pahit sedikitpun dan akan merasa segar nantinya, namun bila kesabaran kita sekecil gelas itu, hanya kepahitan yang akan melanda kita, tetaplah bersabar dalam menjalani hidup ini, ingat: patience is hurt in the start, but it will be magnificent in the end, artinya kesabaran menyakitkan pada awalnya, namun akan indah pada akhirnya, bagus kan maknanya?hehe, maaf kalau banyak kekurangan, ke depan pasti akan ditingkatkan, tetap berkunjung ya, kalau suka dengan cerita ini, pasti akan saya update, sekian dan terima kasih.
Kata yang perlu diingat:
Patience is hurt in the start, but it will be magnificent in the end
Selalu ingat kata ini ketika kepahitan melanda Anda, dan semoga Anda sabar menghadapi segala kepahitan dunia


Comments (0)
Posting Komentar